Posted in: Pendidikan

Pemeriksaan Penunjang Dan Diagnostik

Pemeriksaan Penunjang Dan Diagnostik

1.    Kateterisasi jantung menunjukkan adanya hubungan abnormal antar ventrikel
2.    EKG dan foto toraks menunjukkan hipertropi ventrikel kiri
3.    Hitung darah lengkap adalah uji prabedah rutin
4.    Uji masa protrombin ( PT ) dan masa trombboplastin parsial ( PTT ) yang dilakukan sebelum pembedahan dapat mengungkapkan kecenderungan perdarahan
G.   Penatalaksanaan
1.    VSD kecil tidak perlu dirawat, pemantauan dilakukan di poliklinik kardiologi anak.
2.    Berikan antibiotik seawal mungkin
3.    Vasopresor atau vasodilator adalah obat – obat yang dipakai untuk anak dengan VSD dan gagal jantung misal dopamin ( intropin ) memiliki efek inotropik positif pada miokard menyebabkan peningkatan curah jantung dan peningkatan tekanan sistolik serta tekanan nadi. Sedang isoproterenol ( isuprel) memiliki efek inotropik posistif pada miokard menyebabkan peningkatan curah jantung dan kerja jantung.
4.    Bayi dengan gagal jantung kronik mungkin memerlukan pembedahan lengkap atau paliatif dalam bentuk pengikatan/ penyatuan arteri pulmonar. Pembedahan tidak ditunda sampai melewati usia prasekolah.

H.   Diagnosa Keperawatan

a.    Gangguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan tidak adekuatnya suplai oksigen dan zat nutrisi ke jaringan.
b.    Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara pemakaian oksigen oleh tubuh dan suplai oksigen ke sel.
c.    Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelelahan pada saat makan dan meningkatnya kebutuhan anak.
d.    Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan malformasi jantung.
e.    Cemas berhubungan dengan ketidaktahuan terhadap keadaan post op
f.     Resiko gangguan pertukaran gas berhubungan dengan tidak adekuatnya ventilasi.
g.    Resiko gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan pemasangan mesin jantung.
h.    Gangguan rasa nyamam nyeri berhubungan dengan luka post op
i.      Resiko komplikasi
I.     Kesimpulan
Lebih dari 90 % kasus penyakit jantung bawaan penyebabnya adalah multifaktor. Ventrikel septum defek ditandai dengan adanya hubungan septal yang memungkinkan darah mengalir langsung antar ventrikel, yang biasanya dari kiri ke kanan.
Pada anak dengan ventrikel septum defek sederhana gambaran klinisnya dapat meliputi adanya murmur, intoleransi latihan ringan, keletihan, dispnue selama beraktivitas dan infeksi saluran nafas yang berulang – ulang dan berat.
Keseriusan gangguan ini tergantung dari pada ukuran dan derajat hipertensi pulmonar, jika anak asimptomatik masih tidak diperlukan pengobatan tetapi jika timbul gagal jantung kronik diperlukan untuk penutupan defek atau pembedahan.Resiko bedah kira – kira 3 % idealnya pada anak umur 3 sampai 5 tahun.