Posted in: Pendidikan

  Pemikiran Syeh Mahmud Syaltut

  Pemikiran Syeh Mahmud Syaltut

  1. Sunah Nabi Sebagai Sumber Ketetapan Akidah

Akidah tidak dapat ditetapkan melainkan dengan nash yang dipercayai sababul wurudnya dan pembuktiannya maka seharusnya dijelaskan prinsip-prinsip keautentikan suatu sunah maka jika berbicara tentangdasar menetapkan suatu keyakinan, Syekh Syaltut berpendapat bahwa untuk menetapkan suatu kepercayaan haruslah berdasarkan ayat Alquran yang mempunyai dilalah (pengertian) yang qoth’I yakni ayat yang hanya bisaditafsirkan dengan satu tafsiran saja, atau berdasarkanhadis yang juga hanya ditafsirkan dengan satu tafsiran saja, qhat’I  pula datangnya dari Nabi Saw Hadis yang tidak qath”I dilalahnya atau tidak qath’i datangnya dari Nabi Saw atau dua-duanya tidak qath’i maka tidak dapat menetapkan suatu hukum aqidah (kepercayaan).

  1. Hadis Mutawatir dan Hadis Ahad

Untuk menjelaskan kesahihan suatu hadis semestinya kita mengikuti kaidah yang sudah ditetapkanulama mengenai sistem periwayatannya, yaitu apa yang disebut dengan hadis muta”atir dan apa hadis ahad yangakan menjadi pedoman untuk menetapkan diterimanya hadis-hadis tersebut sebagai sumber ketetapan para ulama membagi sunah menjadi dua bagian,yang pertama adalah periwayatan secara mutatatir, yaitu suatu hadis diriwayatkan oleh sekelompok orang samapai jumlah tertentu, yang mana menurut keadaannya merekaitu mustahil sepakat melakukan kebohongan dan paraperawi tersebut harus dapat dibuktikan dalam segala tingkatan sanadnya, mulai dari yang paling atas (sahabat), pertengan (tabi’in) atau yang paling akhir, dengan pengertian bahwa pertama-tama yang meriwayatkan hadis dari Nabi Saw adalah jamaah (sekumpulan orang banyak) dari kalangan sahabat, kemudian yang meriwayatkan dari mereka ini pun orang banyak juga, sampai yang meriwayatkan terakhirpun orang banyak sampai periwayatan yang sampai kepada kita sekarang ini. Yaitu bahwa suatu hadis yang mutawatir dapat dibuktikan bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh sejumlah orang kepada sejumlah orang di belakangnya.

Suatu hadis yang diriwayatkan oleh satu orang sajaatau beberapa orang tetapi jumlahnya sedikit, dinamakanhadis ahad, hadis ahad bukanlah hadis mutawatir yang diyakini datangnya dari rasulullah Saw, akan tetapi dinamakan hadis ahad (perseorangan) di dalam persambungan riwayatnya kepada rasulullah Saw diragukan maka hadis ini tidak dapat mendatangka nkeyakinan, atau tidak dapat dipercaya begitu saja juga tidakdapat dijadikan sebagai landasan akidah.

sumber :

https://al-ansaar.net/redbros-apk/