Posted in: Pendidikan

Pengertian Nasionalisme

Pengertian Nasionalisme

Secara etimologis, nasionalisme berasal dari kata nation (bahasa iggris) yang berarti bangsa. Bangsa adalah sekelompok manusia yang diam diwilayah tertentu dan memiliki hasrat serta kemauan untuk bersatu karena adanya persamaan nasib, cita-cita dan tujuan. Dengan demikian, nasionalisme dapat diartikan sebagai semangat kebangsaan, yakni cinta terhadap bangsa dan tanah air. Dengan kata lain, nasionalisme adalah jiwa dan semangat yang membentuk sebuah ikatan bersama, baik dalam hal kebersamaan maupun dalam hal pengorbanan.

Menurut Ernest Gellner, nasionalimae adalah suatu prinsip politik yang beranggapan bahwa unit nasional dan politk seharusnya seimbang. Tepatnya Gallner lebih menekankan nasionalisme dalam aspek politik. Dan menurut kartodirjo (1972) bahwa nasionalisme sebagai suatu historis, timbul sebagai jawaban terhadap kondisi-kondisi historis, politik ekonomi, dan sosial tertentu.

Kita boleh membuat rumusan nasionalisme dari berbagai sudut pandang, seperti segi politik, sejarah, sosiologi dan sebagainnya. Namun perlu difahami bahwa nasionalisme adalah hasil proses sejarah manusia yang didalamnya terdapat peranan ideology yang sangat besar.

Nasionalisme timbul karena adanya ikatan rasa senasib dan seperjuangan, bertempat tinggal dalam satu wilayah yang saama, campur tangan bangsa lain (penjajahan) dalam wilayahnya, persamaan ras (tetapihal ini tidak mutlak), dan keinginan dan tekad bersam untuk melepaskan diri dari belenggu kekuasaan absolute agar manusia mendapatkan hak-haknya wajar sebagai warga negara.

Gerakan-gerakan yang bersifat nasional yang muncul menentang kolonisme, dan berusaha untuk melepaska diri dari belenggu tersebut di dorong oleh semangat nasionalisme. Dan menurut Anderson bahwa munculnya gerakan-gerakan nasional untuk memisahkan dan memerdekakan negara yang dianggap kolonial, sebagai suatu bentuk kesadaran untuk membangun sebuah nation state yang baru.

2.2  MUNCULNYA NASIONALISME DIASIA TENGGARA

Munculnya nasionlisme disebabkan oleh ketimpangan kekuasaan dan politik/ekonomi. Oleh sebab itu, baik nasionalisme, kekuasaan maupun politik haruslah ditempatkan dalam kerangka yang sejalan kepetingan nasional, dan tetap dipandang sebagai suatu hal yang bersifat dinamis.

Agar memperoleh gambaran yang jelas, dibawah ini akan diuraikan mengenai gerakan nasionalisme dibeberapa Negara Asia tenggara, antara lain

  1. Filipina,
  2. Myanmar,
  3. Indonesia,
  4. IndoChina (Vietnam,Laos, dan Kamboja),
  5. Malaysia, Singapura, dan Brunai Darussalam (Wilayah Melayu)
  6. Muangthai

 Pembahasan yang pertama, gerakan nmasionalisme di Filipina, didasarkan kepada suatu kenyataan bahwa tummbuh dan berkembangnya nasionalisme di Negara tersebut lebih dahulu terjadi dibanting dengan di Asia Tenggara lainnya

  1. Nasionalisme  Philipina

Philiphina merupakan jajahan spanyol yang berlangsung sejak 1571-1898. Kebangkitan nasionalisme di Philiphina termasuk kebangkitan nasionalisme di Asia Tenggara dan tergolong nasionalisme tertua di Asia Tenggara dalam arti menentang penjajahan. Karena Philipina mendapat pendidikan modern tertua diluar Eropa. Gerakan nasionalisme di Philiphina di latar belakagi oleh adanya pemberlakuan dua model yaitu

  1. Pemerintahan sipil yang dipimpin oleh Gubernur Jendral dan bertanggung jawab langsung kepada Raja Spanyol
  2. Pemerintahan agama yang dipimpin oleh seorang Uskup dan bertanggung jawab langsung kepada Paus di Roma

Faktor-faktor yang mempengarui gerakan nasionalisme di Philipina terdiri dari faktor intern dan ekstern

  1. Munculnya kaum terpelajar yang berpendidikan barat sehingga mereka memiliki kesadaran nasional dan berusaha mengembangkannya.
  2. Perlakuan yang tidak adil terhadap kehidupan bangsa Philiphina baik dalam bidang politik ekonomi, sosial.
  3. Rakyat Philiphina pernah merasakan suasana liberal pada masa Gubernur Torre tahun 1869-1871.
  4. Pembukaan Terusan Suez 1869 sehingga memperluas arus informasi dan pengaruh barat masuk ke timur Philiphina terutama paham-paham Prancis Modern seperti paham nasionalisme.
  5. Revolusi Industri II, ditemukannya kapal tansportasi dan telepon, kapal api, kereta api memperluas daya hubungan komunikasi pada saat itu
  6. Pengaruh kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905, Revolusi China dan Turki Muda.

Dlam perjalanan sejarah Philiphina muncul sosok tokoh yang bernama Jose Rijal yang merintis pergerakan nasional dengan mendirikan Liga Philiphina yang berdiri tahun 1880. Tetapi sebelum gerakan dari Jose Rijal pada 1872, sudah terdapat gerakan yang berupa perlawanan secara lokal yang disebabkan adanya perlakuan tidak adil yang dialami oleh kaum petani, kaum gereja, pegawai yang gajinya kecil, dan tokoh agama.

Tujuan dari Jose Rijal yaitu ingin membangkitkan nasionalisme Philiphina dalam menghadapi penjajahan spanyol. Tetapi dalam Tujuan dari Jose Rijal yaitu ingin membangkitkan nasionalisme Philiphina dalam menghadapi penjajahan spanyol.

sumber :
https://mitranet.co.id/seva-mobil-bekas/