Posted in: Pendidikan

Perintah Berdoa dalam Islam

Perintah Berdoa dalam Islam

Kata prayer (doa) diartikan sebagai kegiatan yang menggunakan kata-kata baik secara terbuka bersama-sama atau secara pribadi untuk mengajukan tuntunan-tuntunan kepada Tuhan. Ibnu Arabi memandang doa sebagai bentuk komunikasi dengan Tuhan sebagai satu upaya untuk membersihkan dan menghilangkan nilai-nilai kemusyrikan dalam diri.

Sebagian filsuf mengatakan bahwa doa merupakan buah dari pengalaman spiritual ilmiah dan menjadi satu kajian yang berkaitan dengan otentisitas wahyu dan Tuhan. Doa merupakan pemujaan universal, baik tanpa suara maupun bersuara, yang dilakukan baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan umum, baik secara spontan maupun dilakukan secara rutin.

Doa adalah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Sedangkan sikap khusyuk dan tadharru’ dalam menghadapkan diri kepadanya merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedanga mengharapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan.

Dengan  tadharru’ dapat menambah kemantapan jiwa, sehngga doa kepada Allah akan senantiasa dipanjatkan, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah, dalam penderitaan maupun dalam kebahagiaan, dalam kesulitan maupun dalam kelapangan.[5] Dalam Al-qur’an Allah telah menegaskan QS. Al-Kahfi: 28:

÷ŽÉ9ô¹$#ur y7|¡øÿtR yìtB tûïÏ%©!$# šcqããô‰tƒ Næh­/u‘ Ío4ry‰tóø9$$Î/ ÄcÓÅ´yèø9$#ur tbr߉ƒÌãƒ ¼çmygô_ur ( Ÿwur ß‰÷ès? x8$uZøŠtã öNåk÷]tã ß‰ƒÌè? spoYƒÎ— Ío4quŠysø9$# $u‹÷R‘‰9$# ( Ÿwur ôìÏÜè? ô`tB $uZù=xÿøîr& ¼çmt7ù=s% `tã $tR̍ø.ÏŒ yìt7¨?$#ur çm1uqyd šc%x.ur ¼çnãøBr& $WÛãèù ÇËÑÈ

Artinya: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan di dunia, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingati kami serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.

tA$s%ur ãNà6š/u‘ þ’ÎTqãã÷Š$# ó=ÉftGó™r& ö/ä3s9 4 ¨bÎ) šúïÏ%©!$# tbrçŽÉ9õ3tGó¡o„ ô`tã ’ÎAyŠ$t6Ïã tbqè=äzô‰u‹y™ tL©èygy_ šúï̍Åz#yŠ ÇÏÉÈ

  1. dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”(QS. Al-Mu’min, ayat 60)
  2. Aspek-Aspek Psikologis dalam Ibadah Dzikir

Selain sebagai sarana ibadah kepada Allah Swt, dzikir juga ternyata memiliki manfaat secara psikologis aspek-aspek tersebut yaitu:

  1. Aspek menghilangkan segala kerisauan dan kegelisahan serta mendatangkan kegembiraan dan kesenangan.
  2. Aspek mendatangkan wibawa dan ketenangan bagi pelakunya.
  3. Aspek mengilhamkan kebenaran dan sikap istiqamah dalam setiap urusan.
  4. Aspek mendatangkan sesuatu yang paling mulia dan paling agung yang dengan itu kalbu manusia menjadi hidup seperti hidupnya tanaman karena hujan. Dzikir adalah makanan rohani sebagaimana nutrisi bagi tubuh manusia, dzikir juga merupakan perangkat yang membuat kalbu bersih dari karat yang berupa lalai dan mengikuti hawa nafsu.
  5. Aspek dzikir juga menjadi penyebab turunnya sakinah (ketenangan), penyebab adanya naungan para malaikat, penyebab turunnya mereka ata seorang hamba, serta penyebab datangnya limpahan rahmat dan itulah nikmat yang paling besar bagi seorang hamba.

sumber :

https://nashatakram.net/layanan-otomotif-seva-id/