Posted in: Pendidikan

Perintah Berdzikir dalam Islam

Perintah Berdzikir dalam Islam

Secara etimologi, perkataan dzikir berakar pada kata dzakaro, yazkuru, zikran artinya mengingat, memperhatikan, mengenang, mengambil pelajaran, mengenal atau mengerti dan ingatan. Dalam kehidupan manusia unsur “ingat” ini sangat dominan adanya, karena merupakan salah satu fungsi intelektual. Menurut pengertian psikologi, dzikir (ingatan) sebagai suatu “daya jiwa kita yang dapat menerima, menyimpan dan memproduksi kembali pengertian atau tanggapan-tanggapan kita”.[1]

Sedangkan dzikir dalam arti menyebut Nama Allah yang diamalkan secara rutin, biasanya disebut wirid dan amalan ini termasuk ibadah murni yaitu ibadah yang langsung berhubungan dengan Allah SWT. Sebagai ibadah maka dzikir jenis ini terikat dengan norma-norma ibadah langsung kepada Allah, yaitu harus mat’tsur (ada contoh atau perintah dari Rasulullah Saw).

Secara terminologi defenisi dzikir banyak sekali. Ensiklopedia Nasional Indonesia menjelaskan dzikir adalah ingat kepada Allah dengan menghayati kehadiran-Nya, ke-Maha Suciannya, ke-Maha Terpujiannya, dan ke-Maha Besarannya.[2] Dzikir sebagai fungsi intelektual, ingatan kita akan apa yang telah dipelajari, informasi dan pengalaman sebelumnya, memungkinkan kita untuk memecahkan masalah-masalah baru yang kita hadap juga sangat membantu kita dalam melangkah maju untuk memperoleh informasi dan menerima realitas baru. Namun dalam pengertian disini pengertian yang dimaksud adalah “Dzikir Allah” atau mengingat Allah.[3]

Dalam sebuah riwayat Shahih Muslim juga dikatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

Tidak ada suatu kaum yang duduk dan berdzikir kepada Allah SWT, kecuali malaikat mengelilingi mereka dan memberi rahmat dan menurunkan ketenangan kepada mereka, serta Allah Swt, akan menyebut mereka termasuk dalam orang-orang yang ada disisi Allah Swt”.

sumber :

https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/