Posted in: Umum

Pernikahan wanita yang telah di talak tiga

  1. Pernikahan wanita yang telah di talak tiga

Bagi wanita yang telah ditalak tiga dan telah melakukan perkawinan dengan laki-laki lain setelah habisnya masa iddah dengan suami yang pertama, dengan tujuan pernikahan yang kekal dan karena rasa suka. Kemudian terjadi talak antara keduanya, bukan karena kesepakatan sebelum pernikahan. Maka setelah habis masa iddah dengan suami yang kedua, suami pertama boleh menikahi wanita itu lagi.[18]

  1. Merujuk atau menahan dengan cara yang ma’ru>f .
  2. melepaskan dengan cara yang baik (ih}sa>n).
  3. keharaman bergurau dengan hukum-hukum Allah.
  4. Mereka yang bergurau dalam melakukan talak, menurut ijma’ ulama, tetap jatuh talak.

Al-Shabuny, dalam hal ini menyebutkan bahwa dari gambaran secara keseluruhan yang telah diberikan al-Qur’an pada ayat 229-230 serta penafsirannya, dapat diambil beberapa petunjuk hukum, antara lain sebagai berikut :

  1. Suami berhak merujuk isterinya yang ditalak raj’i
  2. Talak raj’i hanya dua kali saja. Sedang setelah talak yang ketiga diharamkan untuk rujuk kecuali hingga isteri itu kawin lagi dengan laki-laki lain, dengan pernikahan shar’i dengan tujuan untuk hidup selama-lamanya.
  3. Kalau ternyata ada kemaslahatan, maka isteri boleh mengajukan khulu’ dengan membayar kepada suami.
  4. Dalam menebus diri itu, suami dilarang memberatkan isterinya.
  5. Perempuan yang ditalak tiga yang kemudian kawin dengan lelaki lain, boleh kembali lagi kepada suaminya yang pertama sesudah dicerai oleh suaminya yang kedua dengan syarat sudah dicampuri.[19]
  1. Hikmat al-Tashri’

Islam memperkenankan talak sekalipun hal tersebut dinilai sebagai hal yang teramat dibenci Allah (أبغض الحلال الى الله الطلاق), akan tetapi ia ditetapkan karena suatu darurat dan keadaan yang memaksa, serta demi memulai hidup baru yang lebih baik.

Diperbolehkannya talak oleh Islam itu untuk menolak bahaya yang lebih besar terutama terhadap anak-anak, serta mendapatkan kemaslahatan yang lebih banyak. Allah menetapkan talak raj’i itu dua kali yang dijatuhkan dalam keadaan suci, sebagaimana petunjuk sunnah, adalah untuk memberi kesempatan kepada suami untuk berfikir antara melakukan rujuk atau melepasnya dengan baik. Disamping itu juga memberi kesempatan kepadanya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, serta kekeliruan lainya, kemudian kembalihidup dengan cinta dan kasih sayang. Dalam kesempatan demikian suami hanya akan berpisah dengan cara sebaik-baiknya demi kemaslahatan keluarga dan kemaslahatan mereka berdua.

Perlu diperhatikan bahwa Islam datang untuk memperbaiki kekeliruan dan melindungi kehormatan perempuan yang pernah hilang di zaman jahiliyah, yaitu ketika orang-oarang pada waktu itu dapat mencerai isteri mereka tanpa batas. Seorang lelaki kapan saja dapat menjatuhkan talak untuk kemudian merujuknya. Dalam kondisi semacam itulah al-Qur’an diturunkan memberi batasan (الطلاق مرتان فإمساك بمعروف أو تسريح بإحسان).[20]

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/teka-teki-di-android-terbaru/