Posted in: Kuliner

Pokok-Pokok Farmakodinamik

Pokok-Pokok Farmakodinamik

  1. Efek terapi
  • Terapi kausal (menghilangkan penyebab penyakit)
  • Terapi substansi/simptomatis (meringankan/meniadakan gejala

     penyakit).

  • Terapi substitusi (mengganti/memberi untuk menambah zat yang lazim dibuat oleh organ tubuh)  :  C/ Insulin bagi penderita DM

Contoh kasus :

            Pengobatan pasien penderita Thypoid (Infeksi usus oleh bakteri salmonella thyposa) dengan gejala panas/demam, kadang-kadang disertai diare. Obat pilihannya adalah analgetik-antipiretik untuk menurunkan panas/demam (disebut terapi simptomatis), dan Antibiotika untuk membunuh bakteri penyebab (disebut terapi kausal), dan oralit untuk mengganti cairan akibat diare (disebut terapi substitusi).

  1. ESO  (efek samping obat)

        ESO Adalah reaksi berlawanan yang merupakan  suatu konsekuensi dari efek farmakologis normal obat,  sehingga kemunculannya bisa diprediksi. Reaksi berlawanan ini disebabkan oleh dosis yang tidak tepat (terlalu banyak atau terlalu lama) dan karena farmakokinetik yang tidak teratur (biasanya karena kegagalan eliminasi).

            Contoh-contoh efek samping obat

  • Obat yang menyebabkan konstipasi  : Tablet Besi, Alumunium dalam Antasida.
  • Obat yang menyebabkan ototoksik /fungsi pendengaran  : Antibiotik gol.Aminoglikosida, terutama streptomisin.
  • Obat yang menyebabkan hepatotoksik /hati ( Alopurinol INH, Ripamfisin, metotreksat, tetrasiklin, kaptopril, Karbamazepin, dsb
  • Obat yang dapat menimbulkan reaksi adiksi / ketagihan dan ketergantungan atau gejala putus obat : Narkotika dan psikotropika (hipnotik sedative)
  • Obat yangmenimbulkan kerusakan/kerapuhan tulang dan gigi : Tetrasiklin.
  • Obat yang menimbulkan keguguran/abortus pada ibu hamil : Prostaglandin, laksatif
  • Obat yang dapat menimbukan reaksi idiosinkrasi /pelepuhan kulit : golongan sulfonamide, khususnya kotrimoksazol.
  1. Interaksi Obat

        Bila 2 macam obat digunakan bersamaan, maka akan saling mempengaruhi kerja masing-masing obat, bias mengurangi/mengganggu (antagonism) atau bisa meningkatkan potensiasi (sinergisme). Interaksi dapat terjadi pada fase Farmakokinetika (absorpsi, Distribusi, Metabolisme, ekskresi) dan pada fase farmakodinamika (ketika berinteraksi dengan reseptor untuk menimbulkan efek).

                        Dua obat yg digunakan bersamaan dapat saling mempengaruhi kerja masing-masing :

  • Antagonisme : Kegiatan obat 1 dikurangi / ditiadakan oleh obat 2 yang punya efek farmakologi bertentangan.
  • Sinergisme    : kerjasama antar 2 obat bertambah karena diperkuat

 

Pos-pos Terbaru