Program Afirmasi untuk Daerah 3T Masih Diperlukan

Program Afirmasi untuk Daerah 3T Masih Diperlukan

Program Afirmasi untuk Daerah 3T Masih Diperlukan
Program Afirmasi untuk Daerah 3T Masih Diperlukan

Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai program afirmasi untuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) masih diperlukan. Tidak terkecuali di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Program afirmasi dari pemerintah pusat untuk daerah 3T masih diperlukan untuk mengurangi kesenjangan dengan daerah lain yang relatif lebih maju,” kata Mendikbud saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/4/2018).

Program afirmasi atau keberpihakan ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan pembangunan dari pinggiran. Mendikbud mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki berbagai program afirmasi untuk daerah 3T.

Namun Muhadjir mengimbau pemerintah daerah yang masuk kategori 3T

untuk berbenah memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk kemajuan daerahnya. Di sektor pendidikan, Mendikbud mengajak pemerintah daerah mengalokasikan minimal 20 persen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk pendidikan.

Mendikbud mengapresiasi pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang telah mengalokasikan lebih dari 20 persen APBD untuk sektor pendidikan. “Hanya saja karena APBD kabupaten ini tidak besar, jadi masih relatif kurang,” kata Muhadjir.

Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Manggarai Barat, Mendikbud meninjau

sarana dan prasarana di sejumlah SMK. Mendikbud menilai banyak SMK di provinsi NTT belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai, terutama peralatan untuk praktikum siswa.

Mendikbud mengatakan pihaknya melalui Direktorat Pembinaan SMK siap

membantu penyediaan peralatan praktikum untuk SMK, khususnya untuk daerah 3T. “Karena SMK adalah kewenangan provinsi, kita akan koordinasi dengan pemerintah provinsi agar bantuannya tidak tumpang tindih,” pungkas Muhadjir. (Nur Widiyanto)

 

Baca Juga :