SD Darmono: President University Cetak Lulusan KASH (Knowledge, Attitude, Skill, dan Habit)

SD Darmono: President University Cetak Lulusan KASH (Knowledge, Attitude, Skill, dan Habit)

SD Darmono President University Cetak Lulusan KASH (Knowledge, Attitude, Skill, dan Habit)

Jakarta – Keseimbangan materi kuliah antara teori dan praktik masih menjadi masalah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hal itu dinilai penting karena berpengaruh pada kualitas lulusan perguruan tinggi tersebut.

Menurut pendiri President University dan Jababeka Group, SD Darmono, hasil

dari pendidikan terhadap seorang anak sampai lulus kuliah bisa dilihat dari empat hal, yaitu knowledge, attitude, skill, dan habit (KASH).

“Poin yang saya perhatikan attitude dan habit karena knowledge dan skill bisa diberikan dalam waktu singkat. Sekarang universitas memberikan knowledge, skill hampir tidak ada, kecuali fakultas tertentu. Itu pun kalau punya peralatan,” ujar Darmono saat berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Darmono berpendapat, pendidikan akan berhasil bagus kalau habit dan attitude lulusannya juga bagus karena ini yang dibutuhkan dunia industri apa pun juga, misalnya pertanian dan perkebunan. Jadi sebelum seorang lulusan masuk ke dunia industri, harus ada perubahan pada habit dan attitude-nya.

Kuliah dan pengalaman kerja

Darmono mengatakan bahwa kampus yang didirikannya, President University

di Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mencoba memberi solusi tentang masalah antara teori dan praktik saat kuliah.

Pertama, masalah mengenai teori yang didapat di bangku kuliah bisa diatasi dengan mendapatkan gelar sarjana (S1) setelah lulus. Kedua, menyangkut praktik dilakukan dengan mengadakan program magang bagi mahasiswa agar mendapatkan pengalaman kerja.

“Makanya kami manfaatkan pabrik-pabrik sebagai tempat magang. President

University dibangun untuk memenuhi kebutuhan dua pasar, yaitu orang ingin S1 tapi bisa magang di perusahaan sehingga waktu lulus sudah ada pengalaman kerja, bisa Bahasa Inggris, sehingga dapat gaji lebih tinggi,” jelas Darmono.

Selain itu, tambahnya, lingkungan kuliah di kampus tersebut juga kompetitif karena tercipta dari keseimbangan antara teori dan praktik tadi. Banyak mahasiswa dan dosen yang berasal dari luar negeri dengan materi kuliah berstandar internasional. Dengan demikian, mahasiswa lokal terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Inggris karena mereka juga tinggal bersama di asrama dalam setahun pertama.

Sumber :

https://mi.study247.online/eportfolios/8/Home/Economic_Performers_Understanding_Anyone_Kind_Example_Role