Sejarah Basarnas
Posted in: Pendidikan

Sejarah Basarnas

Sejarah Basarnas

Sejarah Basarnas
Sejarah Basarnas
  1. Basarnas

1.1.  Sejarah Basarnas

Sejarah keberadaan Basarnas bermula dengan bergabungnya Indonesia sebagai anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada tahun 1950. Sejak saat itu Indonesia tidak lagi dikategorikan sebagai wilayah yang tak terlindung oleh suatu mekanisme SAE. Praktiknya, dibentuk suatu panitia teknis guna merancang Badan Gabungan SAR berskala nasional, dan menentukan pusat operasi-operasi regional serta anggaran pembiayaan dan pengadaan prasarana maupun sarananya.[4][4]

1.2.  Peran Basarnas

Badan SAR Nasional adalah lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pencarian dan pertolongan (Search And Rescue) yang awalnya berada dibawah naungan Departemen Perhubungan, dalam melaksanakan tugas pokoknya memerlukan dukungan dan partisipasi dari semua pihak dalam memanfaatkan berbagai fasilitas sarana, prasarana, personil, dan meterial yang dimiliki oleh berbagai instansi Pemerintah, Swasta, Organisasi, dan Masyarakat. Mulai bulan November 2006, Basarnas tidak lagi berada di bawah Departemen Perhubungan (Dephub). Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 36/2006, badan ini langsung di bawah presiden.[5][5]

1.3.  Strategi Basarnas dalam Bencana Gempa Lombok

Dalam perannya menangani kasus bencana yang terjadi seperti gempa bumi Lombok ini, koordinator penanganan berada pada BAKORNAS PBP, disini Basarnas menjadi salah satu unsur dari Bakornas PBP. Peranan SAR adalah yang paling mengemuka karena harus bertindak paling awal pada setiap bencana alam yang terjadi, sehingga SAR menjadi titik pandang bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Selain itu, dalam penanganan terhadap bencana lain dipertegas dalam Keputusan Menteri Perhubungan No KM 43 tahun 2003, dimana dinyatakan “Basarnas mempunyai tugas membina, mengkoordinasikan dan mengendalikan potensi SAR dalam kegiatan SAR terhadap orang atau material yang hilang atau dikhawatirkan hilang, atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan atau penerbangan, serta memberikan bantuan SAR dalam bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR nasional dan intemasional”.

Baca Juga :