Posted in: Pendidikan

STRATEGI BASARNAS DAN NGO (LIRA)

STRATEGI BASARNAS DAN NGO (LIRA)

STRATEGI BASARNAS DAN NGO (LIRA)
STRATEGI BASARNAS DAN NGO (LIRA)

Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang berada pada wilayah ring of fire, membuatnya rentan terhadap berbagai bencana alam. Kerusakan akibat bencana membutuhkan penanganan dan bantuan untuk pemulihan. Pemerintah merupakan penanggung jawab dalam proses pemulihan ini, berkoordinasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat atau organisasi non profit, membuat program-program untuk membantu korban/penyintas, yang dalam pelaksanaannya di lapangan, dilakukan oleh relawan.

Gempa bumi Lombok 2018 adalah bencana gempa bumi yang melanda Pulau Lombok. Gempa utama terjadi pada bulan Agustus yaitu pada tanggal 5 Agustus 2018. Gempa ini adalah gempa utama dari rangkaian gempa bumi di Pulau Lombok sejak gempa awalan 6,4 Mw pada tanggal 29 Juli 2018. Pada gempa awalan tersebut, sebanyak 4 kabupaten terdampak langsung gempa; Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Tengah, bahkan hingga ke Kabupaten Sumbawa Barat (di luar Pulau Lombok). Menyebabkan kerusakan 6.638 rumah dan juga beberapa fasilitas vital masyarakat; perkantoran, sekolah, rumah ibadah, jembatan, dan toko.[1][1] Dalam gempa tersebut terdapat korban jiwa sejumlah 19 orang yang meninggal, 365 korban luka, dan tidak kurang dari 10.701 jiwa mengungsi dan tersebar secara geografis di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara.

Di saat penanganan darurat dampak gempa 6,4 SR masih berlangsung, terutama di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur, gempa dengan skala 7 SR terjadi pada tanggal 5 Agustus 2018. Pasca gempa ini BMKG merilis peringatan tsunami, namun peringatan tersebut kemudian dicabut. Rilis BNPB pada saat itu menyatakan korban meninggal 82 orang, ratusan terluka, dan lebih dari 3000 rumah rusak, dan lebih dari 10.000 orang harus mengungsi.

Kemudian pada hari Minggu tanggal 19 Agustus 2018, gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Lombok Timur, yang dirasakan juga oleh warga Bali. Menurut informasi dari BMKG, gempa terjadi sebanyak dua kali dengan kekuatan gempa pertama mencapai 5,4 SR dan gempa susulan kedua berkekuatan 6,5 SR.[2][2]

Laporan terbaru mengenai korban dari gempa Lombok adalah yang dilaporkan pada hari Sabtu 18 Agustus 2018, yaitu tercatat 469 orang meninggal dunia, 1.054 orang mengalami luka luka dan dirawat di sejumlah tenda pengungsian di Lombok Utara dan Kota Mataram.[3][3] Pasca-proses evakuasi terakhir, seluruh Tim SAR bersama TNI, Polri, Ditsatwa Polda NTB, Pemadam Kebakaran, dan Dinas Pekerjaan Umum NTB kembali ke posko Utama di Lapangan Tanjung. Mereka akan bersiaga hingga tanggap darurat berakhir tanggal 25 Agustus.

Dalam menangani kasus bencana gempa Lombok tersebut, berbagai pihak bahu-membahu turun tangan memberikan bantuan kepada para korban. Dalam tulisan ini, akan dianalisa bagaimana strategi Basarnas dan NGO (LIRA) dalam menangani kasus bencana gempa Lombok 2018.

Sumber : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JPAUD/comment/view/516/1602/66105