Tahap Dalam Pemerolehan Bahasa

Tahap Dalam Pemerolehan Bahasa

Tahap Dalam Pemerolehan Bahasa
Tahap Dalam Pemerolehan Bahasa

Pemerolehan bahasa pertama erat sekali kaitannya dengan perkembangan

Sosial anak dan karenanya juga erat hubungannya dengan pembentukan identitas sosial. Mempelajari bahasa pertama merupakan salah satu perkembangan menyeluruh anak menjadi anggota penuh suatu masyarakat. Bahasa memudahkan anak mengekspresikan gagasan, kemauannya dengan cara yang benar-benar dapat diterima secara sosial.

Bahasa merupakan media yang dapat digunakan

Anak untuk memperoleh nilai-nilai budaya, moral, agama, dan nilai-nilai lain dalam masyarakat. Dalam melangsungkan upaya memperoleh bahasa, anak dibimbing oleh prinsip atau falsafah ‘jadilah orang lain dengan sedikit perbedaan’, ataupun ‘dapatkan atau perolehlah suatu identitas sosial dan di dalamnya, dan kembangkan identitas pribadi Anda sendiri’.

Sejak dini bayi telah berinteraksi di dalam lingkungan sosialnya.

Seorang ibu seringkali memberi kesempatan kepada bayi untuk ikut dalam komunikasi sosial dengannya. Kala itulah bayi pertama kali mengenal sosialisasi, bahwa dunia ini adalah tempat orang saling berbagi rasa.

Berikut adalah tahap perkemabangan bahasa seorang anak:

1. Kurang dari 1 tahun
– Belum dapat mengucapkan kata-kata,
– Belum menggunakan bahasa dalam arti yang sebenarnya,
– Dapat membedakan beberapa ucapan orang dewasa.
(Eimas, lewat Gleason, 1985: 2, dalam Zuchdi, 1996: 4)

2. 1 tahun
– Mulai mengoceh,
– Bermain dengan bunyi (bermain dengan jari-jari tangan dan kakinya)
– Perkembangan pada tahap ini disebut pralinguistik.
(Gleason, 1985: 2)
– Ketika bayi dapat mengucapkan beberapa kata, mereka memiliki ciri-ciri perkembangan yang universal.
– Bentuk ucapan hanya satu kata, sederhana, mudah diucapkan dan memiliki arti konkrit (nama benda, kejadian atau orang-orang di sekitar anak).
– Mulai pengenalan semantik (pengenalan makna).

3. 2 tahun
– Mengetahui kurang lebih memiliki 50 kata.
– Kebanyakan mulai mencapai kombinasi dua kata yang dikombinasikan dalam ucapan-ucapan pendek tanpa kata penunjuk, kata depan atau bentuk lain yang seharusnya digunakan.
– Mulai mengenal berbagai makna kata tetapi tidak dapat menggunakan bentuk bahasa yang menunjukkan jumlah, jenis kelamin, dan waktu terjadinya peristiwa.
– Mulai dapat membuat kalimat-kalimat pendek.

4. Taman Kanak-kanak
– Memiliki dan memahami sejumlah besar kosa kata,
– Mampu membuat pertanyaan-pertanyaan, kalimat majemuk dan berbagai bentuk kalimat,
– Dapat berbicara dengan sopan dengan orang tua dan guru.

5. Sekolah Dasar
– Peningkatan perkembangan bahasa, dari bahasa lisan ke bahasa tulis,
– Peningkatan perkembangan penggunaan bahasa.

6. Remaja
– Penggunaan bahasa yang khas sebagai bagian dari terbentuknya identitas diri (merupakan usia yang sensitif untuk belajar berbahasa)(Gleason, 1985: 6)

7. Dewasa
– Terdapat perbedaan-perbedaan yang besar antara individu yang satu dengan yang lainnya dalam perkembangan bahasa (sesuai dengan tingkat pendidikan, peranan dalam masyarakat, dan jenis pekerjaan.

Baca Juga :