Posted in: Pendidikan

Wawancara

Wawancara

Wawancara (interview) adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara (pengumpul data) kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam (tape recorder). Teknik wawancara dapat digunakan pada responden yang buta huruf atau tidak terbiasa membaca dan menulis, termasuk anak-anak,. Wawancara juga dapat dilakukan dengan telepon.

Keuntungan wawancara adalah:

  1. Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak bisa membeca dan menulis.
  2. Jika ada pertanyaan yang belum dipahami, pewawancara dapat segera menjelaskannya.
  3. Wawancara dapat mengecek kebenaran jawaban responden dengan mengajukan pertanyaan pembanding, atau dengan melihat wajah atau gerak-geri responden.

Kerugian wawancara adalah:

  1. Wawancara memerlukan biatya yang sangat besar untuk perjalanan dan uang harian pengumpulan data.
  2. Wawancara hanya dapat menjangkau jumlah responden yang lebih kecil.
  3. Kehadiran pewawancara mungkin mengganggu responden.

Daftar pertanyaan untuk wawancara ini disebut sebagai interview schedule. Sedangkan catatan garis besar tentang pokok-pokok yang akan ditanyakan diebut sebagai pedoman wawancara (interview guide).[7]

Jenis interview

Berdasarkan tersediannya interview guide dan jumlah interviwee dikenal:

  1. Interview Terpimpin

Dikenal pula sebagai guided interview/ controlled interview/ structured interview dimana interviewer:

  1. Mempergunakan pedoman yang telah disiapkan dalam rangka tanya jawab dengan suatu hipotesis yang akan dibuktikan kebenarannya
  2. Mengumpulkan data melalui Tanya jawab
  3. Mempunyai data yang relevan dengan maksud penyelidikan yang telah dipersiapkan dengan matang.
  4. Interview tak terpimpin

Dikenal pula sebagai unguided interview/non detective interview dimana proses interview tidak dikendalikan oleh satu pedoman yang telah disiapkan oleh interviewer sehingga akan berubah menjadi semacam pembicaraan bebas (free talk).

  1. Interview bebas terpimpin

Merupakan kombinasi antara interview terpimpin dan interview tak terpimpin.

  1. Interview pribadi dan interview kelompok

Jenis interview ini didasarkan atas banyaknya interviewee. Interview pribadi berwawancara dengan satu orang interviewee. Interview kelompok berwawancara dengan lebih dari satu interviwee. Interview kelompok tidak berfungsi bila ada seorang dari interviewee mengangkat dirinya sebagai pembicara.[8]

  1. Observasi

Secara luas, observasi atau pengamatan berarti setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran. Akan tetapi, observasi atau pengamatan di sini diartikan lebih sempit, yaitu pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengejukan pertanyaan-pertanyaan.

Keuntungan observasi adalah:

  1. Data yangdiperoleh adalah data yang segar dalam arti data yang dikumpulkan diperoleh dari subjek pada saat terjadinya tingkah laku.
  2. Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.

Kerugian observasi adalah:

  1. Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi.
  2. Beberapa tingkah laku, seperti tingkah laku criminal atau yang bersifat pribadi, sukar atau tidak mungkin diamati bahkan bisa membahayakan jika diamati.[9]

Beberapa jenis teknik observasi:

Didalam pemilihan jenis mana yang paling tepat harus mempertimbangkan keadaan dan masalah yang terlibat didalamnya. Jenis tersebut adalah:

  1. Observasi partisipan

Dalam hal ini observer terlibat langsung dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh subyek yang diamati. Pelaku peneliti seolah-olah merupakan bagian dari mereka.

Contoh: Penelitian tentang Kuliah Kerja Nyata (KKN), tanggapan masyarakat dan pendapat mahasiswa.

sumber :